Kamis, 28 Maret 2013

Penjernihan Air Sederhana


Penjernihan Air Sederhana

I.     Tanggal : 14 Januari 2013

II. Tujuan Percobaan
Melakukan percobaan air kali dengan menggunakan sistem penyaringan air sederhana memakai bahan-bahan dari lingkungan sekitar agar bisa memperoleh air bersih.

III. Dasar Teori
            Bumi sering disebut planet air karena hampir 70 % permukaan bumi ini terdiri dari perairan.Wilayah daratan hanya 30 % saja. Penyebaran air di bumi meliputi laut , danau sungai yang disebut sebagai air permukaan, dan sebagian lagi air yang terdapat di dalam tanah yang dikenal dengan air dalam tanah. 
Ketika kita menggali sumur pada kedalaman tertentu akan ditemukan sumber air. Hal itu sebagai bukti bahwa di dalam tanah terdapat air. Volume air di bumi tetap karena air bersiklus, dan yang berubah adalah tempat dan kualitas air. Keberadaan air di bumi sangat diperlukan semua mahluk hidup.Manusia memerlukan air untuk, berbagai kebutuhan, seperti memasak, mandi, cuci, minum, industri,  pertanian, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hewan memerlukan air  minum untuk hidup sedangkan tanaman memerlukan air untuk penyerapan bahan makanan dari dalam tanah.  Betapa penting peranan air bagi kehidupan di bumi ini, tetapi banyak aktivitas manusia yang merugikan bagi ketersediaan air bersih. Sebagai contoh pabrik, pertanian, rumah tangga, rumah sakit, pada umumnya membuang limbah langsung ke sungai. Air  dapat tercemar karena buangan  sampah  padat, buangan bahan kimia, dan kuman.  Air yang tercemar sangat berbahaya bagi kesehatan bila kita mengkonsumsinya. Air bersih pada saat ini menjadi barang ekonomi yang berharga dapat dijual belikan dengan berbagai merek yang kita kenal seperti aqua, dua tang, adi, dan masih banyak lagi. Kita hidup di negara yang beriklim tropis sehingga memiliki musim hujan dan musim kemarau.
Pada musim hujan sering terjadi banjir yang besar, kenyataan itu sudah sering menimbulkan masalah. Pada musim kemarau di beberapa daerah kekurangan air. Selain masalah banjir dan kekeringan yang sering terjadi saat ini timbul masalah lain yaitu menurunnya kualitas air akibat aktivitas manusia. Oleh karena itu manusia dituntut untuk dapat mengatasi berbagai masalah tersebut. Alam telah menyediakan air yang kita butuhkan dan mampu mendaur ulang, tetapi kerusakan air semakin hari semakin luas karena akitivitas dan jumlah manusia semakin bertambah. Alam tidak mampu lagi untuk menyediakan air bersih yang dibutuhkan manusia. Oleh karena itu harus diupayakan oleh manusia sendiri untuk melakukan proses penjernihan atau pengolahan air dengan teknologi.
            Dengan teknologi inilah diharapkan manusia dapat memperoleh air bersih dengan kadar air 6-7 0C untuk keperluan hidup sehari-hari agar tercapai hidup sejahtera, sehat, dan air bersih di muka bumi ini tetap tersedia. Dengan kata lain tujuan pemanfaatan teknologi penjernihan air adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan hidup dan membantu pelestarian alam.

IV. Alat dan Bahan
1)      Alat
·         Pisau
·         Gunting
2)      Bahan
·         3 Botol air mineral
·         Kerikil
·         Spon
·         Arang
·         Ijuk
·         Serabut
V. Langkah Kerja
1. Cuci bersih semua bahan dan keringkan
2.bagian dasar botol air mineral dipotong dengan menggunakan silet, sehingga botol serupa tabung terbuka
3.Tutup botol dibuka, botol dibalik. Bahan-bahan sebagai media penyaring disusun dalam   botol(seperti pada gambar), selapis demi selapis hingga memenuhi botol.
4. Tuangkan air kotor pada lapisan teratas, tampung dengan menggunakan wadah yang diletakkan di bawah botol.
5.Apabila filtrasi belum bening, ulangi penyaringan untuk filtrasi tersebut.
6. Tampung hasil penyaringan kedua menggunakan gelas plastik lain yang masih kosong. Bandingkan kondisi fisik air sebelum disaring dengan filtrasi pertama dan filtrasi kedua.

VI. Hasil Praktikum

Air kali
Penyaringan I
Penyaringan II
Penyaringan III
Warna
Keruh
Warna air kali tambah semakin keruh ( hitam )
Arang saya cuci kembali agar air kali tidak keruh lagi. Dan
ternyata air kali menjadi agak jernih.
Warna air kali menjadi jernih dari pada hasil penyaringan
pertama dan kedua.
Aroma
Tidak sedap
Tidak sedap
Tidak sedap
Tidak sedap

VII.Diskusi / Pembahasan
Cara-cara manusia untuk mendapatkan air bersih melalui proses pembuatan alat penyaringan atau penjernihan air. Ada beberapa cara menjernihkan/ menyaring untuk mendapatkan air yang layak digunakan manusia . Cara tersebut bersifat mekanik atau pun kimiawi tergantung kondisi air. Kita disini akan membahas tentang sistem penjernihan dan penyaringan dengan memperlambat aliran. Sistem ini menggunakan bahan penyaring, seperti spon, sabut / ijuk, batu-batu, arang aktif. Air yang melewati penyaring tersebut akan tersaring sehingga menghasilkan air yang jernih. Adapun kegunaan dari bahan-bahan tersebut ialah
1.      Serabut dan disinih kita menggunakan spon karena spon tersebut dapat menyerap endapan-endapan air yang membuat warna air jadi keruh.dan kita bisa melihat endapan-endapan tersebut yang menempel pada kapas berupa warna endapan atau air kotor tersebut.
2.      Batu-batu atau kerikil,krikil disinih berfungsi untuk menyaring material-material yang berukuran besar contoh : daun-daun yang berada di sungai,lumut,ganggang dll.
3.      Arang aktif berfungsi untuk Menyaring/menghilangkan bau, warna,zat pencemar dalam air, sebagai pelindung dan penukaran resin dalam alat/penyulingan air.
Dari segi kualitas air minum harus memenuhi :
a)      Syarat fisik seperti :
1)      Tidak boleh berwarna, berasa dan berbau
2)      Suhu air hendaknya pada suhu sejuk kurang dari 25oC
3)      Harus jernih
b)      Syarat kimia : air minum tidak boleh mengandung racun, zat-zat mineral atau zat- zat kimia tertentu dalam jumlah yang melampaui batas yang telah ditentukan.

VIII. Kesimpulan
            Cara sederhana untuk mendapatkan air bersih dengan cara (filtrasi) penyaringan yang terdapat dalam air kali yang berupa Saringan air sederhana / tradisional yang terbuat dari botol plastik.

IX. DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, Sujana. 2007. Merakit Sendiri Alat Penjernih Air. Kawan Pustaka. Jakarta
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2004. Teknologi Pengolahan air Bersih. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar